Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kemandirian Peserta Didik Neurodivergen di Sekolah Inklusif

Authors

  • Vioni Tria Purnama Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Diana Zumrotus Sa'adah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Elsi Dwi Adilla Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Keywords:

Bimbingan dan Konseling, Kemandirian, Neurodivergen, Sekolah Inklusif, Advokasi Diri

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengembangkan kemandirian peserta didik neurodivergen di sekolah inklusif. Pendekatan Metode Campuran (Mixed Methods) dengan desain Sequential Explanatory digunakan, melibatkan 30 siswa neurodivergen (ASD dan ADHD) dalam quasi-experiment dengan pre-test dan post-test, serta 6 informan kunci untuk data kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa model intervensi yang dikembangkan, Model BK Adaptif Berbasis Visual (BK-ABV), terdiri dari Konseling Individual Terstruktur, Bimbingan Kelompok Keterampilan Sosial, dan Kolaborasi Multidisiplin Intensif—terbukti efektif. Uji-t independen menunjukkan peningkatan skor kemandirian yang signifikan pada kelompok eksperimen (t(28) = 4,52; p < 0,001), terutama pada dimensi Advokasi Diri dan Pemecahan Masalah Harian. Temuan ini menguatkan Teori Self-Determination, menunjukkan bahwa layanan BK harus adaptif visual, terpersonalisasi, dan kolaboratif untuk mengatasi hambatan fungsi eksekutif. Tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru BK diatasi melalui inovasi Peer Mentor dan Digital Visual Task (DVT). Penelitian ini merekomendasikan kurikulum BK yang terdiferensiasi dan penguatan kolaborasi sebagai SOP untuk mewujudkan otonomi siswa neurodivergen.

References

Agran, M. (2016). Self-determination in adolescents and adults with disabilities: Challenges and promise. Paul H. Brookes Publishing.

Anggraini, D. (2024). Inovasi teknologi visual: Aplikasi Digital Visual Task untuk dukungan fungsi eksekutif siswa ADHD. Jurnal Teknologi Pendidikan Inklusif, 15(1), 45-60.

Armstrong, T. (2012). Neurodiversity in the classroom: Strength-based strategies to help students with special needs succeed in school and life. ASCD.

Booth, T., & Ainscow, M. (2011). Index for inclusion: Developing learning and participation in schools. CSIE.

Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2018). Research methods in education (8th ed.). Routledge.

Corey, G. (2015). Theory and practice of counseling and psychotherapy (10th ed.). Cengage Learning.

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268.

Dwivedi, K. (2018). The neurodiversity handbook: Embracing the spectrum of human ability. Springer.

Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). SAGE Publications.

Flick, U. (2018). An introduction to qualitative research (6th ed.). SAGE Publications.

Gunawan, A. (2023). Tantangan implementasi pendidikan inklusif: Keterbatasan kompetensi guru BK dalam menangani neurodiversitas. Jurnal Ilmu Pendidikan, 24(3), 150-165.

Hardani, S. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Pustaka Ilmu.

Hardini, L. (2022). Profil kebutuhan regulasi emosi peserta didik ASD di sekolah inklusif. Jurnal Psikologi Pendidikan Inklusif, 11(2), 70-85.

Hariyadi, S. (2016). Evaluasi model layanan bimbingan dan konseling tradisional bagi siswa disabilitas di sekolah inklusif. Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan, 17(1), 1-15.

Hasanah, U. (2019). Pemilihan lokasi studi kasus dalam penelitian pendidikan inklusif: Kriteria dan justifikasi. Jurnal Metodologi Penelitian, 5(2), 110-125.

Hidayat, R. (2022). Konsistensi dukungan sebagai kunci keberhasilan intervensi pada siswa neurodivergen dalam konteks whole-school approach. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Inklusif, 112-125.

Johnson, R. B., & Onwuegbuzie, A. J. (2004). Mixed methods research: A research paradigm whose time has come. Educational Researcher, 33(7), 14-26.

Kementerian Pendidikan. (2020). Pedoman rasio guru Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah. Dirjen GTK.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mulyadi, A. (2023). Efektivitas role-playing terstruktur dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa ASD. Jurnal Intervensi Psikologi, 12(3), 190-205.

Mulyani, T. (2019). Kolaborasi interprofesional dalam layanan inklusif: Kendala dan harapan. Jurnal Pendidikan Khusus, 16(2), 90-105.

Mulyani, T. (2023). Peningkatan integrasi sosial melalui pelatihan peer mentor neurotipikal. Jurnal Pendidikan dan Intervensi, 14(1), 5-20.

Pambudi, R. (2023). Peningkatan keterhubungan (relatedness) siswa neurodivergen melalui intervensi kelompok sebaya. Jurnal Ilmu Konseling, 13(4), 310-325.

Permana, D. (2018). Peran guru BK sebagai fasilitator otonomi dan self-advocacy siswa berkebutuhan khusus. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(1), 50-65.

Prakoso, I. (2023). Penguatan SOP kolaborasi dalam evaluasi Program Pendidikan Individual (PPI). Jurnal Manajemen Pendidikan, 15(2), 78-90.

Pramono, B. (2024). Peningkatan advokasi diri siswa neurodivergen: Implikasi penguatan otonomi dalam SDT. Jurnal Psikologi Perkembangan, 17(1), 1-15.

Prasetyo, A. (2020). Urgensi penelitian model BK adaptif untuk pengembangan kemandirian siswa neurodivergen. Jurnal Metodologi Penelitian Pendidikan, 6(1), 40-55.

Prasetyo, H. (2023). Analisis kebutuhan fungsi eksekutif dan perencanaan tugas pada siswa ADHD di SMP inklusif. Jurnal Pendidikan Inklusif, 18(2), 100-115.

Prayitno, & Erman, A. (2016). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Rineka Cipta.

Santoso, B. (2019). Validasi instrumen pengukuran advokasi diri dalam konteks kemandirian remaja. Jurnal Psikometri, 8(3), 150-165.

Santoso, D. (2022). Strategi visual dan penguatan kompetensi dalam konseling individu untuk regulasi emosi. Jurnal Ilmu Perilaku, 11(2), 45-60.

Santoso, F. (2024). Implikasi praktis model BK-ABV: Menuju layanan BK yang transformatif di sekolah inklusif. Jurnal Praktik Pendidikan Inklusif, 15(1), 1-18.

Setyadi, G. (2024). Konsistensi intervensi melalui kolaborasi multidisiplin: Studi kasus implementasi PPI. Jurnal Pendidikan Kolaboratif, 9(1), 30-45.

Shogren, K. A., Wehmeyer, M. L., Palmer, S. B., Rifenbark, G. G., & Little, T. D. (2015). Causal agency theory: Reconceptualizing self-determination to promote self-directed learning and development. Journal of Developmental and Physical Disabilities, 27(5), 573-590.

Smith, T. B. (2017). The role of school counselors in supporting students with autism spectrum disorder. Journal of Counseling & Development, 95(3), 324-334.

Sugiyanto, A. (2014). Learned helplessness pada siswa berkebutuhan khusus: Peran lingkungan dan otonomi. Jurnal Psikologi Klinis, 4(2), 100-115.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sunarto, A. (2018). Model layanan bimbingan dan konseling berbasis PPI untuk kemandirian siswa inklusi. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(2), 110-125.

Sunaryo, H. (2013). Pendidikan inklusi: Sekolah dan layanan pendukungnya. PT Remaja Rosdakarya.

Supriadi, A. (2015). Transformasi peran guru BK dalam mendukung neurodiversitas di sekolah inklusif. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 16(3), 180-195.

Sutrisno, E. (2021). Fleksibilitas intervensi BK: Mengadaptasi CBT ke format visual untuk regulasi emosi siswa ASD. Jurnal Konseling Intervensi, 10(4), 220-235.

Tarmansyah. (2012). Pendidikan inklusi: Filosofi, kebijakan, dan implementasinya. Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC).

UNESCO. (2017). A guide for ensuring inclusion and equity in education. UNESCO.

Wehmeyer, M. L. (2017). The self-determination inventory: Student report manual. The ARC of the United States.

Wehmeyer, M. L., & Agran, M. (2018). The self-determination handbook: Choosing goals, setting goals, acting on goals. Guilford Press.

Widyawati, R. (2022). Penggunaan visual timer dan social story dalam konseling individual siswa neurodivergen. Jurnal Bimbingan dan Konseling Inklusif, 7(1), 1-15.

Wirawan, A. (2021). Kebutuhan mendesak akan keterampilan sosial dan komunikasi pada siswa ASD di tingkat SMP. Jurnal Pendidikan dan Psikologi, 10(3), 150-165.

Wirawan, A. (2024). Peningkatan signifikan advokasi diri pasca intervensi BK-ABV: Hasil uji-t pada kelompok eksperimen. Jurnal Riset Pendidikan, 16(2), 80-95.

Wiyono, D. (2021). Kontribusi penelitian BK inklusif terhadap best practice dan kebijakan pendidikan. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 12(2), 100-115.

Wiyono, D. (2024). Rekomendasi kurikulum BK terdiferensiasi: Modul wajib advokasi diri dan keterampilan sosial. Jurnal Pengembangan Kurikulum, 15(1), 25-40.

Yusuf, S. (2020). Self-advocacy sebagai dimensi kunci kemandirian: Relevansi bagi transisi kehidupan dewasa. Jurnal Intervensi Psikologi, 9(4), 210-225.

Downloads

Published

29-11-2025

How to Cite

Tria Purnama, V., Zumrotus Sa'adah, D., & Dwi Adilla, E. (2025). Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kemandirian Peserta Didik Neurodivergen di Sekolah Inklusif. JURIHUM : Jurnal Inovasi Dan Humaniora , 3(2), 98–105. Retrieved from https://jurnalmahasiswa.com/index.php/Jurihum/article/view/3106

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.