Artificial Intelligence sebagai Ruang Pengungkapan Diri dalam Perspektif Bimbingan Konseling Kristen

Authors

  • Tata Sanda Limbong Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja
  • Wanda Mauren Adiningsih Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja
  • Arnita Ranteallo Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja
  • Iren Ramba' Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja

Keywords:

Artificial Intelligence, Pengungkapan Diri, Bimbingan Konseling Kristen

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan dalam pola komunikasi manusia, termasuk dalam cara individu menyampaikan pikiran, perasaan, pengalaman, dan persoalan pribadi. AI tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang untuk bercerita dan melakukan pengungkapan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan AI sebagai ruang pengungkapan diri serta menganalisis fenomena tersebut dalam perspektif bimbingan konseling Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan AI, pengungkapan diri, bimbingan konseling, dan konseling Kristen, kemudian dianalisis secara deskriptif dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses, kenyamanan, responsivitas, persepsi tidak dihakimi, kebutuhan untuk didengar, keengganan bercerita kepada manusia, dan persepsi terhadap privasi menjadi faktor yang mendorong individu mengungkapkan diri kepada AI. AI memiliki potensi sebagai ruang alternatif untuk mengekspresikan perasaan, melakukan refleksi awal, mengorganisasi persoalan, dan memperoleh informasi. Namun, AI memiliki keterbatasan karena tidak memiliki pengalaman manusiawi, relasi interpersonal yang nyata, serta dimensi spiritual. Dalam perspektif bimbingan konseling Kristen, AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mendukung proses refleksi dan pengungkapan diri, tetapi tidak dapat menggantikan peran konselor, relasi manusia, dan pendampingan spiritual. Oleh karena itu, penggunaan AI perlu dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan etika, privasi, batas penggunaan teknologi, serta kebutuhan individu untuk memperoleh pendampingan manusia yang tepat.

References

Akbar, A. (2001). Pentingnya Kompetensi Pedagogik Guru. Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 27.

Alkitab. (1974). Lembaga Alkitab Indonesia.

Anggraini, C., Ritonga, D. H., Kristina, L., Syam, M., & Kustiawan, W. (2022). Komunikasi Interpersonal. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(3). https://doi.org/10.37676/mude.v1i3.2611

Ardini, I., & Shafira, D. (2026). Self-Disclosure dalam Interaksi Manusia dan AI: Studi Kualitatif Pengguna ChatGPT melalui Perspektif Social Construction of Technology. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 9(1).

Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekakatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Belbuk.

Croes, E. A. J., Antheunis, M. L., Van Der Lee, C., & De Wit, J. M. S. (2024). Digital Confessions: The Willingness to Disclose Intimate Information to a Chatbot and its Impact on Emotional Well-Being. Interacting with Computers, 36(5), 279–292. https://doi.org/10.1093/iwc/iwae016

Dewany, R. (2023). Teknik Penstrukturan dalam Layanan Konseling Individual. Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 3(2), 66–67.

Fadilah, S. N., Rufaedah, E. A., & Maulid, M. D. (2023). Dorongan Minimal Dan Interpretasi Dalam Konseling. Journal Of Psychology, Counseling And Education, 1(1), 30–34. https://doi.org/10.58355/psy.v1i1.1

Faradillah, S., Irmansyah, D., Lokatara, B. A., Saputra, M. I., & Wulansari, A. (2023). Analisis Perkembangan Artificial Intelligence Dalam Bidang Bisnis: Systematic Literature Review. Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi, 4(2), 298–309. https://doi.org/10.46576/djtechno.v4i2.3404

Gunawan, W. (2018). Pastoral Konseling: Deskripsi Umum Dalam Teori Dan Praktik. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja, 2(1), 85–104. https://doi.org/10.37368/ja.v2i1.63

Kadarsih, R. (2009). Teori Penetrasi Sosial Dan Hubungan Interpersonal. Jurnal Dakwah UIN Sunan Kalijaga, 10(1), 53–66. https://www.neliti.com/publications/76568/

Kawatu, L. P., Simanjuntak, E., Pakiding, H., & Carlos, J. (2024). Tinjauan Konseling Pastoral Terhadap Dinamika Pernikahan: Perspektif Teologis dalam Membangun Hubungan Harmonis. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 348–358. https://doi.org/10.62017/merdeka

Lee, J., Lee, D., & Lee, J. (2024). Influence of Rapport and Social Presence with an AI Psychotherapy Chatbot on Users’ Self-Disclosure. International Journal of Human–Computer Interaction, 40(7), 1620–1631. https://doi.org/10.1080/10447318.2022.2146227

Miles & Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif. Universitas Indonesia Press.

Moleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muchtarom, K. H., Dennopa, N., Lubis, T. P. A., & Hidayat, D. (2025). Tren Penelitian Teori Penetrasi Sosial: Analisis Bibliometrik 2015-2025. Journal of Innovative and Creativity, 5(3), 27846–27857. https://joecy.org/index.php/joecy

Puspitasari, S. D., & Satwika, Y. W. (2026). Hubungan Antara Tingkat Kesepian dan Intensitas Self-Disclosure kepada Chatbot Ai pada Mahasiswa. INOMATEC: Jurnal Inovasi dan Kajian Multidisipliner Kontemporer, 1(11). https://portalpublikasi.com/index.php/inomatec/article/view/1540

Qisthy Rabathy, Astri Auliya Nanda Purnama, & Nazwa Latifa Maulida. (2026). Self-Disclosure dalam Kencan Buta: Peran Keterbukaan Diri Dalam Pembentukan Hubungan Awal. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 591–605. https://doi.org/10.54259/mukasi.v5i2.5316

Skjuve, M., Følstad, A., Fostervold, K. I., & Brandtzaeg, P. B. (2021). My Chatbot Companion—A Study of Human-Chatbot Relationships. International Journal of Human-Computer Studies, 149, 102601. https://doi.org/10.1016/j.ijhcs.2021.102601

Sulistyawati Handayani, D., Kaunang, R., Sondang, S., & Irwansyah, I. (2024). Manfaat dan Potensi Masalah Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Komunikasi Publik. Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan, 14(12). https://doi.org/10.59188/covalue.v14i12.4334

Syafawani, R., Armilus, R., Anggreta, D. K., Amin, M. L., & Dzulqarnain, M. F. (2025). Fenomena Curhat ke AI: Tinjauan Sosiologi Digital Terhadap Pergeseran Interaksi Sosial di Indonesia. Jurnal sosial dan sains, 5(12), 849–860. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v5i12.32616

Towner, E., Grint, J., Levy, T., Blakemore, S.-J., & Tomova, L. (2022). Revealing the self in a digital world: A systematic review of adolescent online and offline self-disclosure. Current Opinion in Psychology, 45, 101309. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2022.101309

Widyarto, W. G., Apriatama, D., Widyastuti, D. A., Prasetiawan, H., Hadi, D., & Pohan, R. A. (2026). Artificial Intelligence dalam Bimbingan dan Konseling: Tinjauan Sistematis tentang Peluang, Efektivitas, dan Isu Etis. Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop, 6(1), 163–174. https://doi.org/10.37304/pandohop.v6i1.25222

Downloads

Published

05-09-2026

How to Cite

Limbong, T. S., Adiningsih, W. M., Ranteallo, A., & Ramba', I. (2026). Artificial Intelligence sebagai Ruang Pengungkapan Diri dalam Perspektif Bimbingan Konseling Kristen. JURIHUM : Jurnal Inovasi Dan Humaniora , 4(1), 146–158. Retrieved from https://jurnalmahasiswa.com/index.php/Jurihum/article/view/4474