Tubuh, Tinta, dan Kuasa: Dekonstruksi Stigma dan Opresi terhadap Perempuan Bertato
Keywords:
Perempuan Bertato, Stigma, Opresi, Relasi KuasaAbstract
Tubuh perempuan kerap menjadi arena kontestasi antara otonomi personal, norma sosial, dan relasi kuasa. Dalam konteks tersebut, tato pada tubuh perempuan tidak hanya dipandang sebagai ekspresi identitas personal, tetapi juga sering menjadi objek stigma dan kontrol sosial yang dapat berujung pada diskriminasi dan opresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk opresi, mekanisme stigma, serta strategi resistensi yang dilakukan oleh perempuan bertato dalam memperoleh dan menegaskan kembali otonomi atas tubuhnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap perempuan bertato. Analisis penelitian menggunakan perspektif kuasa atas tubuh Michel Foucault, teori stigma Erving Goffman, serta perspektif feminisme yang menekankan persoalan otonomi tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan bertato kerap dilekatkan dengan berbagai stigma, seperti dianggap sebagai perempuan nakal, tidak feminin, menyimpang, atau tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku. Stigma tersebut berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang mengatur bagaimana tubuh perempuan seharusnya ditampilkan dan diperlakukan. Manifestasinya terlihat dalam bentuk penghakiman moral di ruang publik, diskriminasi dalam lingkungan kerja, serta pembatasan terhadap kebebasan perempuan dalam mengekspresikan dirinya. Di sisi lain, tato dimaknai oleh perempuan bertato sebagai narasi personal yang merepresentasikan pengalaman, identitas, kekuatan, dan keberanian untuk menegaskan otonomi atas tubuhnya. Dengan demikian, tato tidak semata-mata menjadi tanda visual pada tubuh, tetapi juga dapat menjadi medium resistensi terhadap stigma dan praktik kontrol sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa di balik tinta terdapat cerita, dan di balik stigma terdapat relasi kuasa yang membentuk cara tubuh perempuan dipandang dan diperlakukan.
References
Agustiani, R. & Pandriadi. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. CV. Tohar Media.
Ahmad, F., Ibrahim, R., & Harold, R. (2026). Persepsi Masyarakat tentang Perempuan Bertato (Studi Kasus Di Desa Ibolian, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara). RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(2), 8388–8397. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10187
Ahmedani, B. K. (2011). Mental Health Stigma: Society, Individuals, and the Profession. Journal of social work values and ethics, 8(2), 4-1-4–16. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3248273/
Alkitab. (1974). Lembaga Alkitab Indonesia.
Amira, A., Muhammad, S., Ramli, M., & Suryandari, R. (2025). Tato dan Maknanya bagi Perempuan Perkotaan.
Dickson, L., Smith, H., & Strapko, N. (2019). Stigma of ink: Tattoo attitudes among college students. The Social Science Journal, 51, 265–276. https://doi.org/10.1016/j.soscij.2014.02.005
Duke, T., Annor, F., & Abdul-Nasiru, I. (2022). Do visible body modifications influence job applicants’ perceived employability in Ghana? A quasi-experimental study. Ghana Social Science Journal, 19, 1–18.
Hasan, A. (2022). Otonomi Tubuh Perempuan dalam Pandangan KH. Husein Muhammad. Rechtenstudent, 3, 1–15. https://doi.org/10.35719/rch.v3i1.96
Hendariningrum, R. (2008). Fashion Dan Gaya Hidup: Identitas Dan Komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi UPNYK, 6(1), 103100. https://www.neliti.com/publications/103100/
Ilhami, M. F. (2018). Eksistensi Punk Perempuan dalam Masyarakat Patriarki: Studi Kasus di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Ismail, A. (2003). Ajarlah Mereka Melakukan. BPK Gunung Mulia.
Lisdawati, Ahmadin, & Bakhtiar. (2025). Body Shaming. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(4), 6295–6300. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i4.9418
Maharani, A. F., & Ediyono, S. (2023). Perspektif Feminisme Dalam Kesetaraan Gender Di Indonesia.
McCandlish, C., & Pearson, M. (2023). Tattoos as symbols – an exploration of the relationship between tattoos and mental health. The Journal of Mental Health Training, Education and Practice, 18, 217–227. https://doi.org/10.1108/JMHTEP-07-2022-0057
Mulyadi, R., & Priyatna, A. (2019). Maskulinitas Tentara dalam Sinema Pasca Orde Baru; Analisis Naratif Doea Tanda Cinta (2015) dan I Leave My Heart in Lebanon (2016). Patanjala, 11(1), 131–148. https://doi.org/10.30959/PATANJALA.V11I1.483
Nugraha, A., & Wirman, W. (2016). Fenomena Komunikasi Remaja Perempuan Bertato di Pekanbaru (Nomor 2) [Journal:eArticle, Riau University]. https://www.neliti.com/publications/201244/
Permatasari, A.-N., Putri, F. E., & Sainah, I. (2023). Stigma Negatif Terhadap Perempuan Bertato: Studi Kasus Perempuan Bertato di Wilayah Jakarta. Journal of Citizenship. https://doi.org/10.37950/joc.v2i2.361
Resenhoeft, A., Villa, J., & Wiseman, D. (2010). Tattoos Can Harm Perceptions: A Study and Suggestions. Journal of American college health : J of ACH, 56, 593–596. https://doi.org/10.3200/JACH.56.5.593-596
Rumagit, S. K. (2013). Kekerasan dan Diskriminasi Antar Umat Beragama di Indonesia. Lex Administratum, 1(2), 56–65.
Skoda, K., Blanchette, F., Brown, K., Hesse, C., & Pedersen, C. (2020). Showing Skin: Tattoo Visibility Status, Egalitarianism, and Personality are Predictors of Sexual Openness Among Women. Sexuality & Culture, 24, 1–22. https://doi.org/10.1007/s12119-020-09729-1
Tews, M. J., & Stafford, K. (2020). Tattoos and unfavorable treatment among employees in the hospitality industry. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 32(5), 1925–1940. https://doi.org/10.1108/IJCHM-08-2019-0712
Zaidan, Y. F. (2020). Relasi Tubuh dan Kekuasaan: Kritik Sandra Lee Bartky Terhadap Pemikiran Michel Foucault. JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 5(2), 134–153.




