Membangun Kesadaran Digital: Edukasi Penggunaan Media Sosial Dan Memahami Informasi Yang Bijak Bagi Dewasa Di Pesantren Islam Al-Hamidiyah
Keywords:
Literasi Digital, Media Sosial, Misinformasi, Hoaks, Pengabdian Masyarakat, Teknologi DigitalAbstract
Kemajuan teknologi digital telah merevolusi cara masyarakat mengakses informasi, berkomunikasi, dan berinteraksi, terutama melalui platform media sosial. Meskipun kemajuan ini memberikan banyak manfaat, seperti peningkatan konektivitas dan penyebaran informasi yang cepat, penggunaannya sering kali diiringi dengan rendahnya tingkat literasi digital di kalangan masyarakat. Kekurangan ini menyebabkan berbagai tantangan, seperti penyebaran hoaks dan informasi yang salah, meningkatnya kerentanan terhadap ancaman keamanan digital, serta dampak psikologis dan sosial yang negatif akibat penggunaan teknologi yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut melalui peningkatan literasi digital bagi masyarakat dewasa melalui program edukasi interaktif yang dilaksanakan di PESANTREN ISLAM AL-HAMIDIYAH. Metodologi program ini mencakup diskusi kelompok, simulasi kasus nyata, dan evaluasi kuantitatif untuk mengukur efektivitas program. Diskusi kelompok memberikan wadah bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan memahami dampak negatif penggunaan teknologi yang tidak bijak. Simulasi berbasis kasus membantu peserta melatih kemampuan untuk menyaring informasi secara kritis. Sementara itu, evaluasi kuantitatif digunakan untuk mengukur perkembangan dan pemahaman peserta sebelum dan sesudah program.
References
Buckingham, D. (2003). Media education: Literacy, learning and contemporary culture . Cambridge: Polity Press.
Boyd, D. (2014). It's complicated: The social lives of networked teens . Yale University Press.
Dewi, R., & Supriyadi, T. (2020). Membangun kesadaran digital melalui edukasi media sosial di kalangan remaja. Jurnal Pendidikan Indonesia, 9 (2), 45–52.
Hapsari, R. (2019). Analisis literasi digital dan penggunaan media sosial pada remaja. Jurnal Komunikasi Indonesia, 11 (3), 25–30.
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2022). Panduan literasi digital untuk masyarakat Indonesia . Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Komalasari, R. (2020). Pengaruh literasi digital terhadap kesadaran privasi di media sosial. Jurnal Teknologi dan Informasi, 6 (4), 35–42.
Kurniawati, D., & Setiawan, B. (2021). Pemanfaatan media sosial sebagai alat pendidikan di era digital. Jurnal Teknologi Pendidikan, 15 (1), 80–91.
Lanier, J. (2018). Ten arguments for deleting your social media accounts right now . Henry Holt and Co.
Livingstone, S. (2004). What is media literacy? Interdisciplinary perspectives. Nordicom Review, 25 (1–2), 5–12.
Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi . Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nadya, A., Maharani, C. P., & Teranov, S. (2022). Sosialisasi penggunaan teknologi informasi di masa industri 5.0 . Tangerang Selatan: PKM Universitas Pamulang.
Pratama, A. (2021). Edukasi penggunaan media sosial secara bijak dalam lingkup pendidikan. Jurnal Pendidikan Karakter, 4 (3), 112–120.
Rheingold, H. (2012). Net smart: How to thrive online . MIT Press.
Santoso, B., & Arifin, M. (2019). Literasi digital: Strategi bijak menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal Komunikasi Digital, 8 (2), 56–63.
Zainal, M. (2020). Hoaks dan disinformasi di era digital . Surabaya: Pustaka Ilmu.




