Optimalisasi Peran Masjid sebagai Pusat Dakwah: Studi Praktik Mahasiswa pada Empat Masjid di Kota Bengkulu
Keywords:
masjid, dakwah, mahasiswa, pengabdian masyarakat, optimalisasiAbstract
Masjid sejak masa Rasulullah SAW memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat. Namun, dalam praktiknya, banyak masjid di Indonesia termasuk di Kota Bengkulu masih menghadapi kendala dalam optimalisasi fungsi dakwah, seperti terbatasnya program, lemahnya manajemen, rendahnya partisipasi remaja, dan minimnya sarana. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi peran masjid sebagai pusat dakwah melalui keterlibatan mahasiswa dalam praktik dakwah pada empat masjid di Kota Bengkulu, yakni Mushola Nur At-Taqwa, Masjid Al-Hijriah, Masjid As-Shobirin, dan Masjid Raudhatul Jannah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta focus group discussion (FGD) bersama takmir, jamaah, dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa mampu memberikan kontribusi signifikan, antara lain melalui inovasi metode dakwah, penguatan TPA, pengembangan kajian tematik, pendampingan sosial, hingga pemanfaatan media digital. Meski demikian, keberlanjutan program masih menjadi tantangan karena keterlibatan mahasiswa bersifat temporer. Dengan demikian, diperlukan sinergi antara mahasiswa, takmir, dan masyarakat untuk memastikan peran masjid tetap relevan sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan umat di era modern.
References
Abdullah, R. (2019). Metode Dakwah Partisipatif dalam Meningkatkan Keterlibatan Jamaah. Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, 15(2), 45–60.
Azizah, N. (2021). Optimalisasi Fungsi Masjid dalam Pemberdayaan Umat di Era Modernisasi. Jurnal Studi Islam, 9(1), 112–124.
Gergen, K. (2015). Relational Being: Beyond Self and Community. Oxford: Oxford University Press.
Hasanah, U. (2023). Digitalisasi Masjid: Strategi Dakwah di Era Media Sosial. Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), 87–102.
Hidayat, A. (2020). Peran Infrastruktur Masjid dalam Peningkatan Kualitas Dakwah. Jurnal Pengabdian dan Dakwah, 6(1), 33–49.
Hidayat, R. (2023). Praktik Dakwah Mahasiswa dan Kontribusinya terhadap Penguatan Program Masjid. Jurnal Pendidikan Islam, 14(3), 201–218.
Kurniawan, M. (2020). Keterlibatan Mahasiswa dalam Program Masjid: Studi Kasus di Kota Bandung. Jurnal Dakwah Kontemporer, 8(2), 90–108.
Lestari, D. (2020). Pendekatan Partisipatif dalam Pengabdian kepada Masyarakat. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan, 4(1), 77–88.
Nasution, H. (2022). Penguatan Fungsi Masjid sebagai Pusat Sosial Keagamaan. Jurnal Pengabdian Umat, 10(2), 65–80.
Nugroho, B. (2021). Participatory Evaluation dalam Program Pengabdian Masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Sosial, 12(1), 55–70.
Parsons, T. (1968). The Social System. New York: Free Press.
Prasetyo, A., & Sari, R. (2022). Pemanfaatan Media Digital dalam Dakwah Masjid di Era 4.0. Jurnal Komunikasi Dakwah, 5(1), 23–38.
Rahman, F. (2022). Paradigma Dakwah Integratif dalam Masyarakat Modern. Jurnal Dakwah Islam, 13(2), 141–157.
Rizal, M. (2021). Adaptasi Dakwah terhadap Konteks Sosial-Ekonomi Masyarakat. Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 9(3), 120–135.
Supriyadi, A. (2022). Strategi Dakwah Kreatif bagi Generasi Z. Jurnal Pemikiran Dakwah, 7(2), 75–89.
Supriyadi, A. (2023). Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pemberdayaan Masjid. Jurnal Komunikasi dan Dakwah Digital, 2(1), 55–70.
Syamsuddin, M. (2019). Masjid sebagai Ruang Transformasi Sosial Umat Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 101–116.
Wibowo, H. (2020). Manajemen Masjid Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Manajemen Dakwah, 12(1), 44–61.




