Sahabat Tanpa Bully: Gerakan Siswa SD/MTS Saling Menghargai
Keywords:
Sahabat Tanpa Bully, bullying, pengabdian kepada masyarakat, sikap saling menghargaiAbstract
Gerakan Sahabat Tanpa Bully merupakan salah satu bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan menumbuhkan sikap saling menghargai dan mencegah perilaku perundungan di lingkungan sekolah dasar. Artikel ini membahas pelaksanaan Gerakan Sahabat Tanpa Bully pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Falah Rawa Mekar Jaya sebagai upaya preventif terhadap munculnya perilaku bullying, khususnya bullying verbal dan sosial. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan adanya indikasi perilaku agresif ringan di kalangan siswa yang berpotensi berkembang menjadi perundungan apabila tidak ditangani sejak dini. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan berbasis aksi (action-based method) dan partisipatif, dengan metode storytelling dimanfaatkan sebagai media edukasi karakter dalam menyampaikan nilai empati, toleransi, dan keberanian untuk bersikap sebagai upstander. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi yang melibatkan siswa kelas atas sebagai sasaran utama. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan diskusi reflektif untuk mengidentifikasi perubahan pemahaman dan sikap siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Gerakan Sahabat Tanpa Bully mampu meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak negatif bullying serta menumbuhkan sikap empati dan kepedulian terhadap sesama. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan dan mampu mengidentifikasi perilaku perundungan serta tindakan pencegahannya. Dengan demikian, Gerakan Sahabat Tanpa Bully yang dilaksanakan melalui metode storytelling terbukti efektif sebagai strategi edukatif dalam membangun budaya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
References
Alim, F. R., & Hidayat, R. (2022). Dampak Psikologis Perundungan (Bullying) pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(1), 1–10.
Kartika, M. A., & Pratiwi, A. (2021). Peran Mahasiswa dalam Edukasi Anti-Bullying di Lingkungan Sekolah. Jurnal Komunitas Abdimas, 3(1), 45–55.
Oktaviani, D., & Nurhayati, T. (2020). Model Intervensi Komunitas untuk Mengurangi Perilaku Bullying di Sekolah. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 14(2), 180–195.
Sari, D. P., & Haryati, S. (2023). Efektivitas Metode Storytelling dalam Pengembangan Karakter Anak Usia Sekolah. Jurnal Pendidikan Dasar, 15(1), 22–35.
Wibowo, S., & Kusuma, A. W. (2021). Penggunaan Storytelling untuk Mengurangi Perilaku Agresif dan Bullying pada Anak. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(3), 200–215.




