Jumlah dan Morfologi Leukosit Sedimen Urine Pasien ISK dengan NBF 5% pada Variasi Waktu Pemeriksaan
Keywords:
Infeksi saluran kemih (ISK), leukosit, NBF 5%, sedimen urineAbstract
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi yang paling sering terjadi di seluruh dunia dengan leukosit urine sebagai indikator diagnosis utama melalui pemeriksaan urinalisis. Namun, penundaan urinalisis karena kondisi tertentu dapat menyebabkan lisis leukosit sehingga meningkatkan potensi terjadinya kesalahan diagnosis. Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% sering digunakan sebagai pengawet sedimen urine karena kemampuannya mempertahankan struktur sel selama periode penundaan pemeriksaan. Penelitian ini menggunakan larutan NBF 5% untuk mengefisiensi penggunaan bahan kimia pada sampel urine, dan bertujuan untuk mengetahui jumlah serta gambaran morfologi leukosit pada urine pasien ISK yang ditambahkan NBF 5% dengan variasi penundaan waktu pemeriksaan. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental secara one group repeated measures design. Sampel urine aliran tengah (midstream) dibagi dalam tiga kelompok pemeriksaan 0 jam tanpa pengawet, dan perlakuan dengan NBF 5% yang diperiksa pada 5 serta 24 jam dengan dua kali pengulangan. Parameter utama yang diamati adalah jumlah leukosit/LPB mikroskopis dan gambaran morfologinya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil uji menunjukkan bahwa jumlah leukosit mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu penyimpanan, dan penggunaan NBF 5% sebagai pengawet menunjukkan kemampuan mempertahankan gambaran morfologi leukosit hingga 5 jam penyimpanan.
References
Albaar, M. T., Masrika, N. U. E., dan Wahyudi, R. B. 2024. Penyuluhan Kesehatan: Upaya Pencegahan Dampak Jangka Panjang Infeksi Saluran Kemih di SMA Negeri 8 Ternate. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). 7(1): 178-189.
Ananta, Y., Mustofa, S., Septiani, L., dan Busman, H. 2025. Infeksi Saluran Kemih akibat Penggunaan Kateter pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit. Medula. 15(1): 25-31.
Anjum, M. U., Khan, M. S., Shahid, A. R., dan Shah, S. H. 2016. Urinary Tract Infections: Etiological Profile and Antimicrobial Susceptibility Patterns of Uropathogens. The Profesional Medical Journal. 23(1): 10-14.
Apriyani, R. K., dan Melani, E. 2023. Pemeriksaan Jumlah Leukosit Penderita Hiperglikemia dari Sampel Urine dengan Waktu Penyimpanan. Jurnal Kesehatan Tambusai. 4(3): 3238-3245.
Belyayeva, M., Leslie, S. W., dan Jeong, J. M. 2024. Acute Pyelonephritis. StatPearls Publishing.
Bono, M. J., dan Leslie, S. W. 2025. Uncomplicated Urinary Tract Infections. StatPearls Publishing.
Bonkat, G., Wagenlehner, F., Cai, T., Geerlings, S., Medina, P. J., Köves, B., Pilatz, A., Schneidewind, L., Schubert, S., Veeratterapillay, R., Bausch, K., Devlies, W., Leitner, L., Mantica, G., Stangl, F. P., dan Kranz, J. 2025. Classification of Urinary Tract Infections in 2025: Moving Beyond Uncomplicated and Complicated. Eur Urol Open Sci. 75: 44-47.
Dewanti, B., Sarihati, I. G. A. D., dan Burhannuddin. 2019. Pengaruh Penundaan Pemeriksaan Urin terhadap Jumlah Leukosit pada penderita Infeksi Saluran Kemih. Meditory: The Journal of Medical Laboratory. 7(1): 7-12.
Dwiyana, Y., dan Astrawinata, D. A. W. 2014. Perubahan Bentuk Eritrosit di Glomerulonefritis. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory. 20(3): 242-248.
Garcia, S. S., Villasenor, E. L., Morales, A. B., dan Juan, M. V. M. 2020. Impact of Chemical Preservative in Urine Samples. The Journal of the International Federation (JIFCC). 31(1): 56-64.
Hawas, S., Vagenas, D., Haque, A., dan Totsika, M. 2023. Bladder-draining Lymph Nodes Support Germinal Center B Cell Responses during Urinary Tract Infection in Mice. American Society of Microbiology: Infection and Immunity. 91(1): 1-14
Hotmauli, H., Fitri, I., Irawan, M. P., dan Azhari, S. F. 2021. Gambaran Leukosit pada Sedimen Urine Ibu Hamil. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 3(3): 541–548.
Kayni, I. M. N., Nailufar, Y., dan Rahmawati, Y. 2025. Variasi Konsentrasi Neutral Buffer Formalin pada Proses Fiksasi Jaringan Histologi Ginjal Mencit. Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan. 11(1): 111-122.
Kumala, I., Farich, A., Yanti, D. E., Hermawan, D., dan Amirus, K. 2022. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih pada Pasien yang Terpasang Kateter di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Medika Malahayati. 7(4): 1109-1116.
Kustiningsih, Y., Cahyono, J.A., dan Rahmiati, N. 2016. Pengaruh Lama Penyimpanan Urine pada Suhu Kamar Terhadap Jumlah Leukosit Studi pada Penderita Diabetes Melitus. Medical Laboratory Technology Journal. 2(1): 11-16.
Lawati, H. A., Blair, B. M., dan Larnard, J. 2024. Urinary Tract Infection: Core Curriculum 2024. American Journal of Kidney Disease (AJKD). 83(1): 90-100.
Maharani, D.M.S., Inayati, N., dan Wiwin, M. 2017. Jenis dan Jumlah Sedimen Urine Menggunakan Variasi Konsentrasi Pengawet Formalin. Quality: Jurnal Kesehatan. 11(2): 86-91.
Meliniawati, S. P., dan Wiryanti, W. 2022. Prosiding RAKERNAS VII. Efektivitas Netral Buffer Formalin untuk Pemeriksaan Lekosit Urin. (293-302). AIPTLMI-IASMLT.
Muharram, F. R., Sulistya, H. A., Swannjo, J. B., Firmansyah, F. F., Rizal, M. M., Izza, A., Isfandiari, M. A., Ariningtyas, N. D., dan Romdhoni, A. C. 2024. Adequacy and Distribution of the Health Workforce in Indonesia. WHO South-East Asia Journal of Public Health. 13(2): 45–55.
Nguyen, T. C., Jaffe, A. M., Gray, D., Cain, J., dan Brown, T. 2018. Colovesicak Fistula as an Uncommon Presentation of Metastatic Lung Cancer. Cureus. 10(6): 2-5
Pascayantri, A., Malik, F., dan Suri, N. L. 2025. Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan Alur Gyssens di RSUD Kota Kendari Tahun 2024. Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian (LJIK). 3(1): 43-58.
Pratiwi. M., Nuriyanto, Safutri, W., dan Firly, D. A. 2025. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap dengan Infeksi Saluran Kemih (ISK)di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dengan Metode Gyssens Tahun 2023-2024. Journal of Innovative and Creativity. 5(2): 19137-19146.
Putra, R. I. 2020. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terbentuknya Kristal Urine. STIKes BTH Tasikmalaya.
Rabinovich, A., Arzoumanian, L., Curcio, K. M., Dougherty, B., dan Halim, A. B. 2009. Urinalysis; Approved Guideline-Third Edition. Wayne, Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI).
Rinawati, W., dan Aulia, D. 2022. Update Pemeriksaan Laboratorium Infeksi Saluran Kemih. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. 9(2): 124-131.
Rizki, M., dan Riswanto. 2015. Urinalisis. Jakarta : Pustaka Rasmedia.
Rizki, P. V. 2020. Pengaruh Penggunaan Pengawet Formalin 20% dan 37% Terhadap Hasil Pemeriksaan Jumlah Epitel pada Sedimen Urine dengan Metode Flowcytometry. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Sari, D. A. I. P., Parwati, P. A., Abadi, M. F., dan Subawa, A. A. N. 2023. Perbedaan Hasil Sedimen Urine dengan Pengawet Formalin dan Toluena. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa. 6(2): 7-12.
Sari, N. C., Sukeksi, A., dan Ariyadi, T. 2018. Pengaruh Pengawet Formalin terhadap Jumlah Eritrosit pada Urin dengan Penundaan 0 Jam, 2 Jam, dan 3 Jam. Repository Unimus, http://repository.unimus.ac.id/2919.
Sinaga, H. 2011. Urinalisis. Palembang: Multi Sarana. 15-149.
Smith, R., dan Jones, L. 2019. Evaluation of Hematuria and Its Clinical Implication. Clinical Nephrology. 91(5): 315-322
Strasinger, S. K., dan Lorenzo, M. S. D. 2014. Urinalysis and Body Fluid Sixth Edition. F. A. Davis Company.
Yashir, M., dan Apriani, A. 2019. Variasi Bakteri pada Penderita Infeksi Saluran Kemih (ISK). Jurnal MEDIA Kesehatan. 12(2):102-9




