Pengaruh Current Ratio dan Debt To Equity Ratio Terhadap Financial Distress pada Subsektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2019-2023
Keywords:
Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Financial DistressAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio dan debt to equity ratio terhadap financial distress. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023 sebanyak 13 perusahaan. Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive Sampling dan diperoleh 7 perusahaan subsektor farmasi dengan periode pengamatan lima tahun sehingga didapat 35 data sampel. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan memakai program E-Views 12 serta tingkat kepercayaan yang digunakan yaitu 5%. Hasil penelitian ini menujukan bahwa secara simultan current ratio dan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap financial distress dengan signifikansi 0.0000 < 0,05 dan f-hitung > f-tabel (200.0560 > 3.295) serta koefisien determinasi dengan menggunakan Adjusted R-Squared sebesar 92,13% sedangkan sisanya sebesar 7,87% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Sedangkan secara parsial current ratio berpengaruh positif secara signifikan terhadap financial distress dengan signifikan 0.0000 < 0.05 dan t-hitung > t-tabel (8.756245 > 1.69389 ), debt to equity ratio berpengaruh negatif secara signifikan terhadap financial distress dengan signifikansi 0.0044 < 0,05 dan t-hitung > t-tabel (|- 11.95663| >1.69389).
References
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik industri farmasi Indonesia 2019–2023. Diakses pada 20 Januari 2025, pukul 20.30 dari https://www.bps.go.id
Basuki, A.T., & Prawoto, N. (2016). Analisis Regresi Dalam Penelitian Ekonomi & Bisnis: Dilengkapi Aplikasi SPSS & Eviews. Jakarta: Rajawali Pers
Bursa Efek Indonesia. (2023). Profil perusahaan sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Diakses pada 20 Mei 2025, pukul 08.20 dari https://www.idx.co.id
Ghozali, I., & Ratmono, D. (2017). Analisis Multivariat dan Ekonometrika Dengan Eviews 10. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ginting, M. C. (2017). Pengaruh current ratio dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap financial distress pada perusahaan property & real estate di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen, 3(2), 37-44.
Goh, T. S. (2023). Monograf: Financial distress. Sidoarjo: Indomedia Pustaka. Kasmir. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kasmir. (2018). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Raja Grafindo Persada. Kasmir. (2019). Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana.
Kasmir. (2021). Analisis Laporan Keuangan (Edisi Revisi). Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Sudaryo, Y., Devi, W. S. G. R., Purnamasari, D., Kusumawardani, A., & Hadiana, A. (2021). Pengaruh Current Ratio (CR) Debt To Equity Ratio (DER) Dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Financial Distress (Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Perhotelan, Restoran Dan Pariwisata Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016-2020). Ekonam: Jurnal Ekonomi, Akuntansi & Manajemen, 3(1), 12-22.
Widati, L. W. (2015). Pengaruh current ratio, debt to equity ratio, dan return on equity, untuk memprediksi kondisi financial distress.




