Peran dan Tantangan Konselor dalam Layanan Konseling untuk Neurodivergent
Keywords:
konselor, neurodivergent, konseling inklusif, tantangan profesionalAbstract
Individu dengan kondisi neurodivergen, seperti autisme, ADHD, disleksia, dan gangguan pemrosesan sensorik, memiliki karakteristik kognitif, emosional, dan sosial yang berbeda dari mayoritas populasi neurotipikal. Dalam konteks bimbingan dan konseling, keberagaman tersebut menuntut konselor untuk memiliki pemahaman yang mendalam, pendekatan empatik, serta strategi layanan yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran utama konselor dalam memberikan layanan konseling bagi individu neurodivergen serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam praktiknya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor berperan sebagai fasilitator penerimaan diri, mediator sosial, serta pengembang potensi individu neurodivergen melalui pendekatan berbasis kekuatan (strength-based approach). Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pelatihan profesional, kurangnya dukungan institusional, serta bias sosial terhadap neurodiversitas. Kesimpulannya, efektivitas layanan konseling bagi neurodivergen sangat bergantung pada kompetensi konselor dalam memahami konsep neurodiversitas, penerapan teknik intervensi inklusif, serta dukungan kolaboratif dari lingkungan pendidikan dan keluarga.
References
Anderson, J., & Boyle, C. (2021). Inclusive Education and the Issue of Diversity: Education for All in the Era of Globalization. Springer.
Armstrong, T. (2017). The Power of Neurodiversity: Unleashing the Advantages of Your Differently Wired Brain. Da Capo Press.
Beck, J. S. (2016). Cognitive Behavior Therapy: Basics and Beyond (3rd ed.). The Guilford Press.
Brown, T., Smith, L., & Jones, A. (2020). Strength-Based Counseling for Neurodivergent Individuals: Enhancing Self-Concept and Social Functioning. Journal of Counseling Psychology, 67(4), 415–428.
Cooper, M., & McLeod, J. (2019). Person-Centered Therapy: 100 Key Points and Techniques. Routledge.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Doyle, N., & McDowall, A. (2020). Neurodiversity at Work: Employer Challenges and Opportunities. Equality, Diversity and Inclusion: An International Journal, 39(8), 921–939.
Held, V. (2015). The Ethics of Care: Personal, Political, and Global. Oxford University Press.
Kenney, C., Holt, R., & Rowe, D. (2022). Adapting Cognitive Behavioral Therapy for Autistic Adolescents: Outcomes and Considerations. Clinical Child Psychology and Psychiatry, 27(1), 80–95.
Ratts, M. J., Singh, A. A., Nassar-McMillan, S., Butler, S. K., & McCullough, J. R. (2016). Multicultural and Social Justice Counseling Competencies: Guidelines for the Counseling Profession. Journal of Multicultural Counseling and Development, 44(1), 28–48.
Singer, J. (2017). Neurodiversity: The Birth of an Idea. Judy Singer Publishing.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
UNESCO. (2020). Global Education Monitoring Report 2020: Inclusion and Education – All Means All. UNESCO Publishing.




