Implementasi Konseling Kelompok dalam Membangun Konsep Diri Positif di Era Media Sosial
Keywords:
Konseling Kelompok, Emosi Negatif, Regulasi Emosi, Kesehatan Mental, Kesejahteraan EmosionalAbstract
Emosi negatif seperti marah, cemas, takut, kecewa, dan sedih adalah bagian dari pengalaman manusia yang dapat berpengaruh pada kesehatan mental, hubungan sosial, dan kualitas hidup seseorang. Ketidakmampuan untuk mengelola emosi negatif dengan baik dapat menyebabkan berbagai masalah psikologis, termasuk stres, kecemasan berlebihan, konflik dengan orang lain, dan rendahnya kesejahteraan emosional. Salah satu metode yang bisa membantu individu dalam mengatasi emosi negatif adalah konseling kelompok. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konseling kelompok dalam menangani emosi negatif sehari-hari. Metode yang diterapkan adalah penelitian pustaka dengan mengkaji beragam buku, jurnal, artikel ilmiah, dan penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik ini. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk memahami secara menyeluruh peran konseling kelompok dalam membantu individu mengelola emosi negatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok efektif dalam membantu individu mengenali, memahami, dan mengontrol emosi negatif melalui interaksi kelompok yang mendukung keterbukaan, empati, dukungan sosial, refleksi diri, serta berbagi pengalaman di antara anggota. Penerapan konseling kelompok dilakukan melalui tahapan prakonseling, pembentukan, peralihan, pelaksanaan (konseling), dan penutupan. Setiap tahap berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran diri, kemampuan regulasi emosi, keterampilan pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tekanan kehidupan. Dengan demikian, konseling kelompok dapat menjadi salah satu layanan yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental, kesejahteraan emosional, dan kualitas hidup individu.
References
Badriyah, S., Sugiharto, D. Y. P., & Purwanto, E. (2020). The effectiveness of group counseling using thought stopping technique to reduce students' social anxiety.
Chida, Y., & Hamer, M. (2008). Long-term psychosocial factors and immediate physical reactions to stress induced in a laboratory setting among healthy individuals: A meta-analysis of laboratory research. Psychological Bulletin, 134(6), 829–885.
Corey, G. (2016). Theory and Practice of Group Counseling (9th ed.). Boston: Cengage Learning.
Isdianto, A., Al Indunissy, N., & Fitrianti, N. (2025). The effects of anger on health: The impact of negative emotions on body organs and ways to address them.
Lubis, N. L., & Hasnida. (2016). Konseling Kelompok. Jakarta: Kencana.
Nurcahyani, I., & Fauzan, L. (2024). Group counseling in emotional regulation development. Journal of Guidance and Counseling Studies.
Prayitno. (2017). Konseling Profesional yang Berhasil: Layanan dan Kegiatan Pendukung. Padang: Universitas Negeri Padang Press.
Saputra, R., Purwanto, E., & Awalya. (2017). Group counseling using self-instruction and cognitive restructuring techniques to decrease academic procrastination.
Sarwono, S. W. (2000). Psikologi Umum. Jakarta: Bulan Bintang.
Silvia, T., Yandri, H., & Juliawati. (2022). Improvement of students' confidence in public speaking in class through group guidance using sociodrama techniques.
Wahyuni, S. (2018). Konsep dasar konseling kelompok. Hikmah, 12(1), 78–97.
Yalom, I. D., & Leszcz, M. (2020). The Theory and Practice of Group Psychotherapy (6th ed.). New York: Basic Boo




