Manajemen Emosi untuk Meningkatkan Hubungan Antar Personal
Keywords:
manajemen emosi, hubungan antar personal, komunikasi, mahasiswaAbstract
Manajemen emosi adalah kemampuan yang penting karena dapat meningkatkan kualitas hubungan antar orang. Kemampuan ini berkaitan dengan cara seseorang mengenali, memahami, dan mengontrol perasaannya agar bisa berinteraksi dengan orang lain secara positif. Hubungan antar orang yang baik sangat penting dalam berbagai situasi, seperti dalam keluarga, di sekolah, dan di tempat kerja. Akan tetapi, perbedaan sifat, tekanan belajar, dan tuntutan pekerjaan sering kali menyebabkan munculnya perasaan negatif yang bisa mengganggu komunikasi dan memicu konflik. Artikel ini bertujuan membahas pentingnya manajemen emosi dalam membangun dan memperkuat hubungan antar orang, terutama di kalangan mahasiswa. Untuk mencapai hal tersebut, digunakan metode kajian konseptual dengan mengulas teori dan pendapat mengenai manajemen emosi serta keterkaitannya dengan interaksi sosial. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa seseorang yang mampu mengelola emosinya dengan baik cenderung memiliki komunikasi yang lebih efektif, sikap yang lebih empatik, dan hubungan sosial yang lebih harmonis. Dengan demikian, pengembangan kemampuan manajemen emosi perlu ditingkatkan sebagai cara untuk meningkatkan kualitas hubungan antar orang dalam kehidupan sosial, akademik, dan profesional.
References
Choirunissa, R., & Ediati, A. (2018). Hubungan antara komunikasi interpersonal remaja–orangtua dengan regulasi emosi pada siswa SMK. Jurnal Empati, 7(3), 236–243.
Marlina, I., & Riyanto, A. (2022). Hubungan kecerdasan emosi terhadap kemampuan manajemen konflik para perawat pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 9(1), 1–16.
Safarina, N. A., Pratama, M. F. J., Safitri, Y. N., Farhan, M. N., Situmorang, F., Aurelia, Z., & Azmi, S. (2024). Psikoedukasi manajemen emosi pada siswa SMA di daerah pesisir untuk mengurangi konflik antar teman sebaya di SMA Negeri 7 Lhokseumawe. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 2(5), 1518–1524.




