Ketakutan dan Kecemasan Terhadap ODGJ Sebagai Akibat Pengalaman Traumatis di Masa Sekolah Dasar
Keywords:
Trauma anak, Kecemasan, Ketakutan, Gangguan jiwaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak terhadap ketakutan dan kecemasan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Fokus utama penelitian adalah pada seorang anak yang menyaksikan kekerasan yang dilakukan oleh seorang ODGJ, yang kemudian meninggalkan jejak psikologis yang mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap subjek yang mengalami trauma tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian traumatis pada masa kecil menimbulkan gejala psikologis berupa ketakutan ekstrem, gangguan tidur, dan mimpi buruk. Selain itu, kecemasan yang dialami oleh subjek berkembang menjadi kecemasan sosial jangka panjang, seperti penghindaran terhadap ODGJ dan reaksi fisik yang kuat, seperti jantung berdebar dan gemetar. Pemrosesan emosional yang tidak optimal akibat trauma masa kecil ini berujung pada kesulitan membangun hubungan sosial dan rendahnya kemampuan untuk mempercayai orang asing. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya intervensi psikologis untuk membantu individu yang mengalami trauma agar dapat memproses pengalaman traumatis mereka dengan cara yang lebih sehat. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program pendidikan dan terapi yang bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap ODGJ serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak psikologis yang dapat ditimbulkan dari pengalaman traumatis di masa kanak-kanak.
References
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed., Text Revision). Washington, DC: APA Publishing.
Anda, L., & Pradipta, R. (2023). Dampak Trauma Masa Kanak-Kanak terhadap Regulasi Emosi Remaja. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 12(2), 89–104.
Astuti, D. (2021). Psikologi Perkembangan Anak: Teori dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Fauziah, A., & Nirmala, S. (2024). Konsep Kecemasan dan Coping Mechanism pada Anak Pasca Mengalami Kekerasan. Jurnal Ilmu Psikologi Terapan, 15(1), 44–57.
Gunawan, T. (2020). Kesehatan Mental: Teori dan Aplikasi dalam Kehidupan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Herman, J. L. (2015). Trauma and Recovery: The Aftermath of Violence—from Domestic Abuse to Political Terror. New York: Basic Books.
Hidayati, S. (2023). Pengaruh Pengalaman Traumatis Terhadap Perubahan Perilaku Sosial Anak Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Psikologi Indonesia, 11(3), 211–225.
Irwanto, P. (2024). Reaksi Psikologis Akibat Trauma Akut pada Anak. Jurnal Psikologi Perkembangan, 9(1), 1–15.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Masyarakat. Jakarta: Kemenkes RI.
Kusumawati, E., & Rahayu, T. (2023). Distorsi Kognitif pada Individu dengan Riwayat Trauma Masa Kecil. Jurnal Kepribadian dan Kesehatan Mental, 8(2), 130–145.
Lestari, W. (2020). Psikologi Abnormal: Gejala dan Penanganannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Maryani, N. (2024). Hypervigilance dan Gangguan Kecemasan pada Korban Kekerasan Masa Kecil. Jurnal Psikotrauma Nusantara, 7(1), 55–69.
Putri, A., & Syafrudin, M. (2024). Hubungan Stigma terhadap ODGJ dan Kecemasan Masyarakat. Jurnal Kesehatan Jiwa, 10(2), 120–135.
Santrock, J. W. (2021). Child Development (15th ed.). New York: McGraw-Hill.
Sari, R., & Hasyim, R. (2023). Dampak Jangka Panjang Trauma pada Regulasi Emosi Dewasa Awal. Jurnal Konseling dan Psikoterapi, 5(2), 101–118.
Setiawan, H. (2022). Trauma Psikologis dan Penanganannya. Malang: UB Press.
Wiryawan, G. (2024). Pola Avoidance Behavior pada Korban Trauma Kekerasan Masa Kecil. Jurnal Perilaku dan Kesehatan Mental, 14(1), 27–40.




